Sumber : Click here
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memiliki masjid
bergaya oriental khas negeri Tiongkok di areal rumah sakit (RS) kampus
tersebut. Rektor UMM, Muhajir Effendi, mengatakan, anggaran pembangunan masjid
bergaya oriental tersebut lebih dari Rp 1 miliar, sedangkan pembangunannya satu
paket dengan RS UMM di kawasan Tlogomas. “Masjid ketiga yang dibangun UMM ini
kita beri nama Masjid KHM Bedjo. Nama itu diambil dari seorang tokoh pembaharu
Muhammadiyah Malang pada tahun 1930-an, yakni KH Bedjo Darmoleksono,” katanya. Ia
mengakui, pembangunan masjid lebih dahulu diselesaikan karena lebih penting
daripada bangunan rumah sakit. Artinya, katanya, bangunan spiritual harus
ditegakkan dulu untuk selanjutnya bangunan fisik. Menyinggung dipilihnya nama
Masjid KHM Bedjo tersebut Muhajir mengaku, tokoh tersebut memiliki kaitan
sejarah cukup erat dengan Muhammadiyah dan UMM. Kiai Bedjo adalah mubaligh yang
memiliki ilmu agama sangat tinggi dan pernah menjadi pimpinan Muhammadiyah
Malang. KH Bedjo, katanya, tidak hanya berdakwah di mimbar-mimbar masjid, tapi
juga masuk ke sekolah, kampus, radio, dan tulisan di media massa. Bahkan,
katanya, salah satu tulisannya yang berjudul “Islam Sontoloyo” di Suara
Muhammadiyah sempat membuat majalah itu dibredel oleh Presiden Soekarno. “Oleh
karena itu, kami ingin membangkitkan semangat keteladanan Kiai Bedjo, bukan
hanya sebagai ilmuwan keagamaannya, tapi juga kekritisannya,” katanya. Selain
meresmikan Masjid KHM Bedjo, Din juga meresmikan Panti Asuhan dan Pesantren
Muhammadiyah di Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Pondok dan panti
asuhan itu di areal seluas 1,5 hektare, dibangun oleh salah seorang pengusaha
sukses berasal dari kecamatan tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar